Sunday, July 5, 2009

My Project : Mosque

Picture 11

Picture 10

Picture 9

Picture 8

Picture 7

Picture 6

Picture 5

Picture 4

Picture 3

Picture 2

Picture 1
1. Preparatory Work :
  • Picture 1 : Discussion about the layout of the building basement
  • Picture 2 : Measurements using theodolit
  • Picture 3 : While making the road to mobility vehicle project
  • Picture 4 : Installation of pole and Installation of the fence project
  • Picture 5 : Making Direksikeet, warehouse and workplace
  • Picture 6 : Installation of landmark extractive basement
  • Picture 7 : Extractive basement and disposal of land
  • Picture 8 : Extractive basement is finished
  • Picture 9 : Cultivation basement floor using a base course
  • Picture 10 : Re-measurement to determine the reference
  • Picture 11 : Floor in the basement ready to install the foundation KSLL

Saturday, April 25, 2009

KEGAGALAN BANGUNAN DAN KEGAGALAN KONSTRUKSI

KEGAGALAN BANGUNAN DAN KONSTRUKSI PADA RUANG KELAS SMKN 1 MALINGPING BANTEN

 

Mukoddas Syuhada1

 

1Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan

Email: dasalbantani@yahoo.com

ABSTRAK

Kegagalan bangunan karena strukturnya gagal berfungsi dapat menimbulkan kerugian harta benda, bahkan korban jiwa. Oleh karena itu perlu diantisipasi secara cermat. Bangunan yang didesain terhadap beban-beban rencana dari code-code yang ada, belum dapat menjamin sepenuhnya bebas dari segala risiko kegagalan bangunan, karena penyebabnya kompleks. Salah satu strategi mengantisipasi risiko dapat dimulai dari tahap perencanaan. Langkah pertama yang penting adalah memperkirakan penyebab kegagalan sehingga dapat dibuat simulasi kejadiannya. Selain simulasi fisik (eksperimen) maka simulasi numerik berbasis komputer menjadi alternatif lain yang canggih dan relatif murah. Makalah ini akan membahas penyebab ambruknya atap 3 ruang kelas SMKN 1 Malingping Banten dan solusi pencegahannya pada bangunan-bangunan sekolah lainnya.


Kata kunci : kegagalan bangunan, structural failure, simulasi numerik berbasis komputer.

1.        PENDAHULUAN

Ambruknya atap 3 bangunan kelas SMKN 1 Malingping Banten pada tanggal 12 Desember 2008 sekitar pukul 09.00 WIB  diduga karena konstruksinya yang terbuat dari rangka baja ringan tidak kuat menahan beban. Kejadian tersebut mengakibatkan 25 orang siswa luka, dua diantaranya masih dirawat di rumah sakit karena patah tulang belakang.



Gambar 1. Atap Bangunan Ruang Kelas SMKN 1 Malingping yang ambruk.

1.        DEFINISI KEGAGALAN BANGUNAN DAN KONSTRUKSI

Menyamakan persepsi tentang ‘kegagalan bangunan’ sangat penting, istilah tersebut dapat berbeda antara satu profesi dengan yang lainnya. Menurut UU No.18/1999 tentang JASA KONSTRUKSI, Pasal 1:“Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi baik sebagian atau secara keseluruhan dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan penyedia jasa dan/atau pengguna jasa;”. Sedangkan menurut Pasal 6: “Bidang usaha jasa konstruksi mencakup pekerjaan arsitektural dan/atau sipil dan/atau mekanikal dan/atau elektrikal dan /atau tata lingkungan, masing-masing beserta kelengkapannya”.

 

Dari definisi di atas tentunya menarik untuk dipertanyakan, bagaimana dengan kasus kegagalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi, karena hal tersebut sering terjadi dan diberitakan (sumber: www.detiknews.com), misalnya: Ambruknya atap 3 ruang kelas SMKN 1 Malingping, Banten.

 

Apakah kejadian-kejadian tersebut diluar pembahasan UU No.18 /1999 tentang kegagalan bangunan ? Selanjutnya dalam konteks permasalahan ini akan diulas ‘kegagalan bangunan’ dari sudut pandang pekerjaan sipil. Dalam kaca mata profesi teknik sipil, fungsi utama bangunan adalah memikul beban-beban dan pengaruh lingkungan luar. Jadi bangunan yang gagal adalah jika tidak mampu memikul beban atau rusak akibat pengaruh lingkungan luar. Adapun tolok ukurnya adalah kekuatan dan kekakuan struktur, dan tidak terbatas setelah waktu penyerahan saja tetapi telah dimulai sejak pelaksanaan.

 

Selanjutnya istilah lain yang sepadan adalah ‘kegagalan struktur’ atau structural failure. Meskipun hanya dipandang dari satu sudut saja tetapi memegang peran yang utama, jika bangunan dari segi kekuatan dan kekakuan tidak berfungsi maka fungsi lainnya pasti juga terganggu. Hanya kegagalan struktur yang berdampak besar terhadap keselamatan jiwa (dan juga kerugian harta benda). Menurut Ensiklopedia Wikimedia (http://en.wikipedia.org), kegagalan struktur adalah kondisi dimana ada satu atau dua komponen struktur, atau bahkan struktur tersebut secara keseluruhan kehilangan kemampuan menahan beban yang dipikulnya. Umumnya dipicu oleh adanya beban berlebih yang menyebabkan kekuatan (strength) struktur mencapai kondisi batas sehingga menimbulkan fraktur atau lendutan yang besar. Para profesional menyebutnya sebagai keruntuhan struktur.

2.        PENYEBAB keruntuhan yang mungkin terjadi

Berdasarkan data yang dikumpulkan dan hasil pengamatan di lapangan, maka ambruknya atap ruang kelas tersebut akibat hal-hal berikut:

 

§       Pemilihan lokasi yang berisiko: daerah yang rawan gempa, angin yang cukup kencang atau perbedaan ketinggian tanah, atau kondisi tanah yang labil atau ekspansif. Meskipun demikian selama risiko tersebut dapat diidentifikasi secara tepat, misalnya dengan dilakukan penyeledikan-penyelidikan khusus (tambah biaya) dan selanjutnya diperhitungkan secara baik pula maka tentunya hal tersebut tidak menjadi masalah.


Gambar 2. Lokasi bangunan yang memiliki perbedaan ketinggian tanah.

 

§       Ketentuan proyek yang tidak jelas: akibat tidak terjadinya komunikasi yang baik antara pemilik dan pelaksana proyek maka dapat terjadi bahwa ekspektasi pemilik ternyata berbeda dengan yang dia harapkan pada awal mulanya.

§       Kesalahan perencanaan: akibat gambar dan spesifikasi yang tidak lengkap, pemilihan sistem struktur yang rentan kerusakan atau detail yang rawan terhadap kerusakan jangka panjang (misal rangka atap menggunakan baja ringan, penutup atapnya menggunakan genteng pelentong), atau karena perencananya sendiri tidak mempunyai kompetensi yang cukup (asal dapat menjalankan program komputer rekayasa dan langsung mengadopsi hasil, meskipun sebenarnya mengandung kesalahan) dsb.


Gambar 3. Penggunaan material yang tidak sesuai antara rangka atap dan penutup atap.

§       Kesalahan pelaksanaan: misal pada penggalian tanah, kecelakaan alat, urutan pelaksanaan atau metode pelaksanaan yang tidak disesuaikan dengan perencanaannya, atau mengganti spesifikasi dengan sengaja untuk mendapatkan keuntungan yang tidak halal.

§       Material yang tidak bermutu: meskipun ada sampel material yang diuji dan telah memenuhi spesifikasi teknis yang ada tetapi dapat saja terjadi cacat yang tidak terdeteksi dan baru ketahuan setelah ada kegagalan sehingga tidak bisa dikategorikan kesalahan perencana atau pelaksana.


Gambar 4. Kualitas baja ringan yang tidak sesuai dengan perhitungan beban.

§       Kesalahan pemakaian: Beban hidup yang tidak sesuai rencana dan fungsinya, misalnya dari hunian menjadi gudang sehingga beban hidupnya berlebihan. Bisa juga akibat kelalaian dalam perawatan, misal lapisan pelindung (cat) pada struktur baja rusak sehingga korosi.

 

1.        KESIMPULAN

Mengetahui penyebab keruntuhan struktur merupakan langkah awal yang efektif untuk mencegah kejadian tersebut berulang. Dengan mengetahui penyebab keruntuhan struktur, maka dapat dilakukan persiapan yang lebih baik bagi bangunan lain yang sedang direncanakan agar tidak mengalami kejadian yang serupa. Para engineer dapat melakukan evaluasi sejauh mana risiko bahaya yang mungkin terjadi. Bilamana terlalu besar risikonya maka dapat saja bangunan tersebut tidak jadi dibangun.

Langkah pertama yang penting adalah memperkirakan penyebab kegagalan sehingga dapat dibuat simulasi kejadiannya. Selain simulasi fisik (eksperimen) maka simulasi numerik berbasis komputer menjadi alternatif lain yang canggih dan relatif murah.

 

2.        DAFTAR PUSTAKA

1.          Wiryanto Dewobroto, Sahari Besari. (2006). “Simulasi Numerik berbasis Komputer sebagai Solusi Pencegah Bahaya akibat Kegagalan Bangunan ” , Prosiding Seminar Nasional “Kegagalan Bangunan, Solusi dan Pencegahan 2006”, Kampus UPH Lippo Karawaci, 3 Mei 06.

2.         “Atap SMKN 1 Malingping Banten Tiba-tiba Ambruk, 25 Siswa Luka” <http://www.detiknews.com/read/2008/12/12/153138/1052789/10/atap-smkn-1-malingping-banten-tiba-tiba-ambruk-25-siswa-luka>

Wednesday, March 25, 2009

Invite Media Briefing and Launch Greenpeace report "Cost of Coal fact"


Coal is a source of energy the most dirty and contaminate the environment. Coal is also a major contributor to carbon dioxide emissions worldwide. 11 billion tons of CO2 to the atmosphere from diemisikan Power Steam Power-out of coal each year. So that nobody can doubt anymore, PLTU coal is one of the main kontibutor speed up the rate of global warming and climate change on the planet. Climate change is the biggest threat to the environment and humanitarian and economic challenges that have faced the world. Millions of people have felt the impact of climate change and the estimated 150,000 people die each year due to impact.
The Government of Indonesia at this time plan to reduce oil use and switch to coal and gas to meet the electricity needs of this country. The government plans to build 35 new PLTU Batubara throughout Indonesia, are all planned to operate in 2010. PLTU whole new capacity is 10,000 MW. 
The government made the price of coal is cheaper than other energy sources as an argument for the continued build-PLTU PLTU the new country. Years later in 2010 the government is targeting 33% of our energy needs will dipasok by coal.
The government did not consider the negative impacts of coal, such as respiratory diseases, accidents in the operating mines, acid rain, pollution, declining quality of the harvest, farmers, and rapid global warming due to coal dimanfaatkannya the masif. If all of this cost is calculated by the government, the argument that coal is the cheapest source of energy to be subject to the perfect. 
Greenpeace prepare a report on the negative impacts of coal, from the upstream sector to hilirnya, from mining, to the electricity generator. This report is completely shell-charge the actual cost of coal by the government and the community. 


Saturday, December 13, 2008

Increasing the Land Water (Creating Absorption Well / Biopori)



In certain areas, sometimes the water supply of land in the low rainfall is quite large. Here is one way to help overcome them, by making the wells “biopori”.


Absorption wells made this one of the ways to supply water to save our land. The process of water absorption of the land is not easy, but with this absorption well, we help drain the water into the soil surface. So, in addition to the supply of water in the soil, wells can also reduce flooding.


Make a well absorption not need large and deep. Self-making in the upper corner of the page. Making it easy cheap enough to use borehole biopori, that sold at Rp 175,000 per piece. Let's also save the earth by creating wells biopori!


Equipment and Materials 


• Drilling biopori.  


The Steps:

  1. Specify the location of the wells, as desired. If the soil is dry, watering first, so that the process of drilling more easily. 
  2. Make a hole in the ground to astigmatism, with a diameter of 10cm. Take the drill tool, drill perpendicular position the soil surface. Play drill clockwise, and the pressure necessary.
  3. If all drilling bit being filled by earth, pull the drill up while continually turns around it is clockwise. 
  4. Clear drilling bit, utilizing wood, bamboo, or dull knife, by presses flank in drilling bit. 
  5. Go over step 2 to 4, until hole reaches 100cm's depth. 
Fill hole with waste organic of dry leaves, grass clipping, or kitchen waste.